Showing posts with label Poems. Show all posts
Showing posts with label Poems. Show all posts

Saturday, October 1, 2011

Jendela

Ke sudut jendela tua aku termangu
Bening
Apa itu?
Gurat aurora yang terlukis ironis?
Oh.
Hanya sesosok malaikat keji,
atau... iblis bercahaya?
Mungkin ia malaikat durga, atau iblis surga
Kamuflase?
Mungkin

Ke sudut jendela tua aku termangu
Keruh
Sosok malaikat rangkap iblis itu memudar
Butir hujan tenggelamkan sunyi
Oh.

Ke sudut jendela tua aku termangu
Dihiasi kabut
Sosok itu telah hilang
Fatamorgana... dalam beku?
Oh.

Thursday, July 7, 2011

Death

What is death?
A random question that is often asked
A paradox in life
It will come to us
But, no one wants to die
Everybody wants to have their own 'happily ever after'
But there is no such a 'happily ever after' in this temporary life

Death,
yes, it is such a big secret
When will we die?
How does it feel?
Where will we go after we die?
Is there any life-after-death?
Does reincarnation exist?


The biggest question is,
are we ready to face it?

-is

Miris
Melihat dunia dihuni manusia berhati iblis
Orang tinggi yang tak logis,
bisanya mengangkat alis
Hanya bilang, ‘awas ada teroris!’
sambil meringis
Dompetnya sangat jauh dari tipis
Tapi sukanya yang gratis
Padahal sekelilingnya harus mengais
untuk mendapatkan hasil manis
Hati teriris
Rasanya, ingin menangis
Tapi air mata sudah habis
Jangan narsis,
atau merasa tersinis!
Karena ini hanyalah puisi picis
yang berakhiran –is

Thursday, May 12, 2011

Dua Bayang

Satu bayang
Sendiri. Kecil. Tak berharga
Berjalan di antara kerumunan bukan bayang

Satu bayang lain
Menemani kesendiriannya

Kini ada dua bayang
Berjalan bersama
Satu bayang melengkapi bayang lain
Dua bayang yang sekarang tak lagi sendiri, kecil, tak berharga

Namun suatu ketika
Satu bayang menghilang
Meninggalkan bayang lain
Sang bayang mencari, tapi tak kunjung bertemu

Satu bayang kembali sendiri
Kembali sendiri. Kecil. Tak berharga
Kembali berjalan di antara kerumunan bukan bayang

Tak akan pernah bersama
Mereka hanya dua bayang tak nyata dari seorang manusia bayang kasat mata di dunia yang fana

Sunday, January 9, 2011

Benar = Salah

Siapa yang salah?
Kau menganggapku salah
Tapi aku juga menganggapmu salah
Kau menganggap dirimu benar
Aku menganggap diriku lebih benar

Ya kawan, ini ironi
Kau dan aku berpikir bahwa
‘Yang menurut dia benar adalah suatu kesalahan!’
Padahal, apakah yang menurutku dan menurutmu benar adalah benar?

Tidak seorang pun tahu siapa sebenarnya yang paling benar
Sebenar-benarnya manusia, aku yakin
Tidak ada manusia yang benar-benar benar di dunia ini

Lalu, apakah kebenaran itu ada?